Selasa, 23 Desember 2014

Investasi Apartemen Dinilai Paling Menguntungkan

Bisnis properti sepanjang 2014 lesu. Ketua Real Estate Indonesia Surakarta Anthony Hendro mengatakan banyak kendala yang membuat bisnis properti pada 2014 terpuruk.

“Terutama yang paling memukul, kenaikan harga BBM,” katanya, Selasa, 2 Desember 2014. Kenaikan harga BBM membuat harga properti naik 12-15 persen akibat dampak kenaikan harga bahan bangunan, seperti pasir, besi, dan batu.

Meski begitu, kata dia, ada peluang investasi yang menjanjikan pada sektor properti, yaitu kepemilikan apartemen. “Keuntungannya bisa 100 persen,” katanya. Dia mencontohkan, jika seseorang membeli satu unit apartemen sebelum dibangun seharga Rp 300 juta, dua tahun kemudian atau setelah dibangun, menjadi Rp 600 juta per unit.

Bagi mereka yang ingin berinvestasi pada kepemilikan apartemen, dia mengingatkan untuk selalu mengecek kredibilitas pengembang. Investor harus memastikan bahwa pengembang bisa dipercaya dan benar-benar membangun sesuai janji. “Karena investor membeli sebelum dibangun, harus dipastikan selesai tepat waktu,” katanya.

Syarat lainnya, investor harus melihat lokasi. Jika dinilai strategis, harga jual apartemen akan melonjak dengan sendirinya. Terakhir, harus memastikan legalitas tanah dan bangunan. Jangan sampai membeli properti di lahan sengketa. “Saya yakin apartemen tetap menarik,” ujarnya. Sebab, kenaikan harganya sangat cepat dan dalam waktu singkat.

Karena itu, dalam pameran properti akhir tahun, dia mengandalkan penjualan apartemen untuk mengangkat kinerja bisnis properti. Menurut dia, masyarakat mulai melirik investasi apartemen daripada rumah tapak. Selain apartemen, produk lain yang ditawarkan adalah rumah komersial dan rumah subsidi. Lokasinya di sekitar Surakarta dan Yogyakarta.

Penyelenggara pameran, Arita, mengatakan pameran diselenggarakan pada 24 Desember 2014 sampai 4 Januari 2015 di Solo Paragon Mall. “Ada 27 pengembang yang memastikan ikut,” katanya.

Menurut Arita, kebanyakan pengembang akan menawarkan properti baru atau sudah dibangun. Selain apartemen, ada rumah komersial dan rumah subsidi. Program khusus yang ditawarkan pengembang di antaranya cicilan uang muka dalam jangka waktu tertentu.

Investasi Tahun Depan Bakal Disumbang Sektor Manufaktur


Investasi sektor manufaktur


Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Harjanto menyatakan industri besi dan baja semestinya mampu meraja di negeri sendiri.
Namun, kenyataan yang ada sekarang daya saing sektor ini terbilang minim, pasalnya bahan baku maupun produk jadi tak bisa seluruhnya dipenuhi dari dalam negeri.

“Baja less competitive mungkin karena tata niaga yang memengaruhi, ditambah ada masalah energi, bahan baku, dan logistik,” tuturnya, di Jakarta, Senin (22/12/2014).
Kehadiran investasi baru di sektor besi dan baja diharapkan bisa meningkatkan penyerapan produksi dalam negeri pada masa mendatang. Lebih dari itu, untuk mendorong pencapaian target investasi sektor manufaktur pada tahun depan.

Lazimnya manufaktur berkontribusi sedikitnya 50% terhadap realisasi investasi di industri pengolahan nonmigas. Sejalan dengan target Kemenperin menarik investasi Rp270 triliun artinya sekitar Rp135 triliun diharapkan datang dari sektor manufaktur. Harjanto melemparkan sinyal optimistis atas pencapaian target ini.
Selama ini baja buatan dalam negeri kurang diminati ketimbang produk impor. Konsumen kerap beralasan karena kualitas yang tidak sesuai spesifikasi, padahal masalah utama yang sebenarnya adalah harga yang tak kompetitif.

Oleh karena itu harga produk hasil industri termasuk salah satu masalah dasar yang digarisbawahi Ditjen Basis Industri Manufaktur (BIM). “Slab harganya US$180 per ton tetapi orang sudah bisa jual plat plus ongkos giling slab US$500, ini tak masuk akal karena ongkos giling sendiri bisa US$100,” ucap Harjanto.
Secara umum yang mesti diatasi adalah segala macam hal yang membuat biaya produksi mahal, baik itu karena biaya bahan baku, logistik, tenaga kerja, energi, dan tata niaga. Sektor logam dasar dan besi baja termasuk bidang yang diharapkan memberikan kontribusi besar dalam investasi.
Selain bidang tersebut Harjanto juga menyebutkan industri petrokimia serta penghiliran hasil tambang mineral berupa pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Tapi secara keseluruhan andalan Ditjen BIM hingga kini tak lain industri tekstil dan aneka.

Investasi Bodong di Facebook, Nyaris Rp1 Miliar Hilang


Investasi



Hati-hati dengan tawaran investasi dengan keuntungan tidak wajar. Salah-salah, bakal kena tipu, seperti yang dialami warga di Palembang ini.

Lantaran tergiur investasi dengan keuntungan 70 persen, berupa mata uang dolar dan emas, Emyrald Lucien Kalalo, warga Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang dan teman-temannya harus gigit jari.

Pasalnya, uang korban senilai Rp943 juta melayang setelah ditinggal pergi oleh pelaku yang diketahui berinisial LA. Berdasarkan laporan korban di Polresta Palembang, Selasa 23 Desember 2014, kejadian bermula saat dirinya membuka jejaring sosial Facebook.

Di sana, Emylard tergiur posting-an pelaku yang menawarkan investasi berupa emas dan mata uang dolar yang dapat meraih keuntungan 70 persen dalam satu bulan.

Melihat tawaran tersebut, korban tertarik dan membuat janji untuk bertemu. Pelaku berhasil menggaet korban untuk melakukan investasi. Korban percaya dengan tawaran pelaku setelah menjalin komunikasi intens. 

"Saya tergiur karena keuntungannya 70 persen. Sementara di bank hanya 10 persen," ujar Emyrald.

Tak hanya sendiri, korban rupanya mengajak rekannya yang lain untuk lakukan investasi. Uang investasi itu, sambung korban, dikirim secara transfer dan kadang memberikan uang tunai kepada pelaku.

Awalnya, memang ada keuntungan yang diberikan pelaku terhadap korban dan rekan-rekannya. Namun, setelah jumlah uang semakin banyak, pelaku tak lagi memberikan keuntungan dari hasil investasi tersebut.

"Kami melakukan investasi ini, selama dua bulan terakhir, dan keuntungan yang kami raih tak banyak. Itu saya bagi ke para anggota. Saya sendiri belum dapat," ujarnya.

Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah mereka tidak dapat lagi menghubungi pelaku. Tak hanya itu, ketika korban dan rekannya mendatangi kediamannya, pelaku sudah tak ada dirumahnya, dan dikabarkan ia sudah melarikan diri ke Jakarta.

Sementara itu, Komisaris Suryadi, Kasat Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang, mengaku masih mendalami kasus penipuan ini.

Kamis, 18 Desember 2014

Minat Investasi Sektor Prioritas 18,7 Miliar dolar

Minat Investasi Sektor Prioritas



Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menyatakan pihaknya telah menerima minat investasi untuk sektor prioritas sebesar USD18,7 miliar sepanjang Oktober hingga pertengahan Desember 2014.

Sektor prioritas yang dimaksud Franky adalah kelistrikan, industri padat karya, pertanian (khususnya hilirisasi produk CPO, karet, dan kakao), maritim, dan substitusi impor.

"Nilai tersebut sangat mungkin bertambah karena dari 43 investor yang sudah menyatakan minatnya, 18 di antaranya yang sudah menyampaikan nilai investasi," tutur Franky, siaran persnya, di Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Dirinya menambahkan, hal positif dari minat investasi yang sudah masuk ke BKPM adalah tingginya animo investor untuk menanamkan modalnya di sektor industri substitusi impor. Tercatat, ada 10 investor yang mengindikasikan minatnya untuk membenamkan dananya, lima di antaranya sudah menyampaikan komitmen nilai investasi sebasar USD8,5 miliar.

"Kondisi ini dalam jangka panjang akan menekan angka impor Indonesia dan menyeimbangkan neraca pembayaran. Industri dalam negeri masih mengalami ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong, dan bahan modal. Data BPS menunjukkan impor untuk ketiga industri dasar tersebut, sepanjang Januari-September 2014 sebesar USD114,3 miliar atau mencapai 76 persen dari total impor 2013 sebesar USD149,7 miliar. Itu lah kenapa BKPM menempatkan industri substitusi impor sebagai prioritas investasi," jelas Franky.

Menurutnya, BKPM siap mengawal minat investasi yang sudah masuk tersebut melalui proses kemudahan perizinan dan fasilitasi investor-investor tersebut.

"Bukan hanya investor baru, BKPM juga akan memfasilitasi investor lama yang akan melakukan perluasan usaha. Kami akan mengadakan dialog dengan investor di sektor prioritas, untuk mendengar apa yang dibutuhkan mereka dalam mendorong ekspor dan melakukan penambahan investasi," tambah Franky.

Seperti diketahui, BKPM saat ini sedang dalam proses melakukan pengintegrasian perizinan dalam kerangka PTSP Nasional, yang secara resmi akan di-launching akhir Januari 2015. Ada tiga proses yang dikerjakan BKPM, yaitu pembenahan layanan perizinan BKPM melalui aplikasi layanan perizinan online, integrasi perizinan di tingkat pusat (Kementerian/Lembaga), dan integrasi perizinan dengan pemerintah daerah melalui Badan Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP).

"BKPM akan senantiasa hadir untuk meningkatkan daya saing investasi Indonesia, sehingga dapat menarik investor, menggerakkan perekonomian yang pada akhirnya menuju kesejahteraan bangsa," tutup Franky.
AHL

Investasi Rusia dari Dulu Tidak Jelas


Investasi Rusia dari Dulu Tidak Jelas


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai krisis keuangan yang dialami negeri Beruang Merah Rusia saat ini tidak memiliki pengaruh apa pun bagi Indonesia termasuk dari sisi rencana investasi. Bahkan menurut JK, dalam kondisi normal pun rencana investasi besar Rusia ke Indonesia tidak pernah terealisasi.

“Rencana Investasi Rusia memang tidak pernah jelas untuk Indonesia. Jadi kalau sekarang mereka ekonominya sedang sulit, tidak berpengaruh ke Indonesia,” ujar JK di Jakarta, Kamis (18/12).

Realisasi penanaman modal langsung Rusia ke Indonesia yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memang tidak terbilang wah. BKPM mencatat dalam lima tahun terakhir nilai investasi negara Vladimir Putin tersebut ke Indonesia hanya sebesar US$ 6,3 juta. Namun BKPM memberikan disclaimer bahwa realisasi investasi tersebut diluar investasi sektor migas, perbankan, Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB), asuransi, dan sewa guna usaha.

Sebelumnya Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin memastikan perusahaan-perusahaan negara asalnya siap memasok minyak mentah ke Indonesia sesuai permintaan pemerintah. Hal tersebut disampaikan Galuzin usai bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said awal bulan ini, sebelum krisis keuangan melanda negara tersebut.

"Ini merupakan pertemuan lanjutan setelah Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Putin di Beijing bulan lalu. Kami rasa Indonesia adalah mitra Rusia yang baik dengan kondisi ekonomi dan investasi yang sangat positif dibandingkan negara-negara lain di dunia," ujar Galuzin.


Bahkan perusahaan aluminium asal Rusia yaitu Rusal kembali menyatakan minatnya membangun smelter alumina di Kalimantan Barat. Kali ini minat tersebut disampaikan langsung oleh Alexei Likhachev, Wakil Menteri Perkembangan Ekonomi Federasi Rusia saat berkunjung ke Jakarta.

Alexei mengungkapkan pada 20 Oktober 2014 usai Presiden Joko Widodo dilantik, Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denise Manturov telah bertemu dan sempat membicarakan kelanjutan proyek senilai US$ 2,5 miliar itu. "Untuk itu delegasi Rusia yang datang ke Indonesia akan membicarakan kembali dengan Pemerintah Indonesia yang sangat mendukung proyek ini," kata Alexei.

Jabar Targetkan Investasi ratusan Triliun

Jabar Targetkan Investasi ratusan Triliun



Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menargetkan angka investasi pada tahun 2015 sebesar Rp100 triliun. Target tersebut dinilai realistis, lantaran setiap tahun investor yang datang ke Jabar selalu mengalami peningkatan.

Wilayah Jabar sendiri memiliki daya tarik bagi investor baik dalam maupun luar negeri. Meskipun baru saja terjadi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), upah minimum kabupaten/kota serta kenaikkan tarif daya listrik, Jabar tetap menjadi primadona investor.

"Berkaca dari capaian target 2013 dan 2014 yang dianggap baik. Iklim investasi di Jabar pada 2015 mendatang semakin baik dengan lahirnya BPMPT yang merupakan badan baru hasil penggabungan Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT)," tutur Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Jabar Dadang M. Masoem kepada wartawan di kantornya, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Kamis (18/12/2014).

Dia mengaku optimis mampu mencapai target mendatangkan investasi sebesar Rp100 triliun. Terlebih, berbagai hambatan investasi terutama menyangkut perijinan mampu diminimalisir setelah dua badan ini disatukan oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan pada 3 November 2014 lalu.

"Selama ini kan tersendatnya investasi akibat perizinan yang berbelit-belit. Dengan disatukan, proses perizinan bisa dipantau secara langsung," kata dia.

Kedepan, pihaknya akan mempromosikan potensi setiap kabupaten/kota untuk memenuhi target investasi tersebut. Dengan begitu, Dadang berharap, akan banyak investor yang melirik dan menanamkan modalnya di Jabar.

"Selama ini investasi di Jabar didominasi oleh sektor industri kendaraan bermotor dan transportasi, listrik, dan elektronik," kata Dadang.

Tak hanya itu, para invostor juga banyak yang melirik investasi dalam bidang makanan, minuman, serta jasa dan pariwisata. Sementara untuk menanamkan modalnya di Jabar berasal dari sejumlah negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.

"Kalau dari negara timur tengah seperti Dubai, Qatar Turki dan lainya itu tertarik investasi di bidang Gheotermal. Kita terus komunikasi agar dari timur tengah menanamkan modalnya di Jawa Barat," ucap dia.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pengendalian BPMPT Jabar Rina Mutmainah realisasi investasi hingga akhir 2014 mencapai 68 triliun. Dari jumlah tersebut investasi asing yang masuk ke Jabar mencapai Rp 48 triliun. Sedangkan jumlah penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 13,8 triliun.

"Dari jumlah investasi sepanjang 2014 ini, mampu menyerap sedikitnya 239.016 tenaga kerja. Jumlah ini yang tercatat dari Januari sampai September. Dan banyak perusahaan yang tidak melaporkan (serapan tenaga kerja)," tutur dia.

Rina menambahkan, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, Bekasi dan Karawang menjadi daerah yang paling diincar investor. Pihaknya mencatat, investasi di Bekasi mencapai 19,6 persen dari nilai keseluruhan di Jabar. Disusul Karawang dengan 16,4 persen dan Sukabumi 9,3 persen.

Cara Berinvestasi yang aman menguntungkan


Cara Berinvestasi yang aman menguntungkan

Melakukan Investasi terkadang memang susah susah gampang, dari 10 investasi yang kita jalani, pastinya tidak semua akan berkembang dan menguntungkan! tapi di situlah seni ber investasi, kadang berhasil kadang juga tidak! akan tetapi ada beberapa tips yang akan saya berikan untuk memilih investasi yang tepat! caranya tidak sulit kok, bahkan tips yang akan saya berikan terbilang cukup masuk akal! berikut di bawah ini adalah beberapa tips Investasi yang aman dan menguntungkan.

  • Tips Investasi aman yang pertama adalah, sesuaikan Investasi dengan bidang yang anda ketahui! sebagai contoh anda pelaku bisnis online, ada baiknya untuk melakukan investasi di bisnis tersebut, karena setidaknya anda tahu banyak tentang dinamika dunia bisnis tersebut, dan jangan sampai anda berinvestasi pada sesuatu yang anda belum pernah dengar atau asing bagi diri anda, karena pastinya hal tersebut dapat merugikan Investasi anda, setidaknya jika terjadi kerugian, anda sudah tahu sebabnya mengapa hal itu terjadi tanpa menyalahkan pihak lain.
  • Tips yang kedua adalah, Usahakan Investasi anda mempunyai multi fungsi, sebagai contoh bisnis Properti! anda membeli sebuah rumah, yang di taksir nilainya akan meningkat 10 kali lipat 10 tahun mendatang, sementara saat ini anda tidak mempunyai rumah, dengan keadaan seperti itu setidaknya anda tidak hanya membeli rumah dan dibiarkan saja, akan tetapi anda menempati dan merawat rumah tersebut, pastinya rumah tersebut akan terjaga dengan baik! dan jika di hitung hitung, dengan membeli rumah tersebut sebagai Investasi jangka panjang, anda juga menghemat biaya sewa rumah! dan hal tersebut menjadikan Investasi multi fungsi
  • Tips Investasi yang ke tiga adalah, Investasi yang anda pilih usahakan bukan hanya Investasi Trend semata, karena investasi tersebut biasanya akan cepat sekali naik tapi di lain sisi akan juga cepat turun! dan investasi tersebut tidak baik untuk jangka panjang
  • Tips Investasi yang terakhir adalah, Manajemen Risiko! setiap investasi pasti akan selalu ada risiko, maka jangan heran jika seseorang yang berinvestasi bisa mengalami peningkatan kekayaan yang sangat drastis! akan tetapi jika salah prediksi, maka investasi anda akan hilang begitu saja! akan tetapi dengan adanya manajamen risiko Investasi anda bisa terbilang tidak akan mengalami kerugian yang sangat besar! Manajemen risiko bisa berbentuk apa saja, entah itu asuransi, arbitrage dan sebagainya, intinya dari Manajemen risiko adalah sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu keadaan tidak berjalan seperti apa yang anda harapkan!

Saya harap 4 Tip Investasi di atas, bisa membantu anda dalam memilih Investasi yang menguntungkan dan sekaligus sebagai investasi jangka panjang yang aman